Review Minggu ke Tujuh – Sembilan

hcmc_itinerary
picture taken from silverlandhotels.com

Minggu ini sudah mulai pusing karena sudah satu minggu kemarin stuck dengan Ubuntu yang gak jalan-jalan. Jadi saat sambil mikir dan merenung, jadi inget sama jaman dulu saat-saat mengerjakan Tugas Akhir dikampus. Saat mentok duduk diluar trus ngelihatin langit, ato pergi ke warteg buat makan. He2. Sekarang mah cukup buka YM aja, temen banyak yang Online dan disapa lalu silaturahmi. Fiuh, sesekali bertanya, ada yang ngerti konsep Bridging dan Router untuk melewatkan protokol Multicast tidak? Tapi tampaknya banyak yang tidak familiar sama sistem Multicast. Sambil terus mencari diwebsite dan forum-forum, tentang tutorialnya menggunakan ubuntu, juga sambil kefikiran dengan beberapa hari lagi akan hari raya dan jauh dari keluarga. He2. Mantap, satu hari sebelum Lebaran, servernya jadi. Alhamdulillah berkah Ramadhan tahun ini. Jadi sore harinya bisa segera pulang untuk bersiap takbiran diMasjid. Dan meminta ijin 2 hari untuk tidak masuk karena ada sholat ied dan acara kumpul2 diKBRI. Ya memang obat rindu kami saat jauh dari kampung halaman adalah kumpul-kumpul bersama dengan teman-teman satu negara.

Alhamdulillah banyak kegiatan selama masa Lebaran ini, mulai dari undangan makan diRestoran Malaysia, Resepsi KBRI dan Open House ke Kedubes Brunei. Untuk cerita lebaran dan Ramadhan diVietnam disesi yang lain ye, ini kan sesi laporan kerja. Dan akhir minggunya merapihkan kembali semua settingan server dan alat-alat yang kemarin diberantakin. He2.

Minggu Kedelapan, mulai koordinasi dengan pihak-pihak lain kembali setelah 2 minggu mencoba mensetting server multicastnya. Minggu ini awalnya rencananya adalah bisa berjalan ke Saigon untuk mencoba memasang diSeameo Retrac dan HCMC University selama 2 minggu lalu kembali lagi ke Hanoi untuk mengikuti Seminar Internasional. Hanya saja, setelah dikoordinasikan dengan Kantor SEAMOLEC. Pusat berharap agar selesaikan semua diHanoi lalu ke Saigon dan selesaikan disana lalu pulang karena anda tidak perlu datang ke seminar internasionalnya. Ok, keputusan sudah dibuat dari pusat. Makanya disisa minggu diHanoi ini digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan disini. Dan minggu kedelapan ini, fokus dipembuatan modul untuk pegangan rekan-rekan diHoU dan melakukan percobaan dan testing terhadap sistem yang sudah dibuat kemarin. Saat berkoordinasi dengan Seameo Retrac, mereka blg kami sangat menunggu kedatangan anda disini, dan mari kita mengerjakan bersama disini. Ya makin menguatkan anggapan bahwa mereka sudah siap akan segala halnya. Jadi minggu ini modul-modul Seadunetnya digarap deh. Dan tentunya yang sedikit menghambat adalah penulisannya yang harus pakai bahasa inggris, maklum bahasa inggris untuk hal teknis kan lumayan ribet juga.

Minggu ke Sembilan pun tiba, dan persiapan pindahan ke kota Saigonpun mulai disiapkan. Sambil beres-beres barang yang ada. Saya mulai mengajari dan berdiskusi tentang berbagai hal yang ada tentang Seadunet kepada rekan-rekan disini. Dan bagaimana skenario yang dipakai jika akan melakukan penerimaan video maupun data serta mengirimkan video atau data untuk disharing via Seadunet. Lalu penyelesaian surat-surat perjalanan dan surat serah terima barang disana.

Senin siang tgl 20 Oktober 2008, akhirnya tinggal landas dari Noi Bai Hanoi menuju Saigon. Haru biru perasaan ini meninggalkan kota yang telah didiami sampai 2,5 bulan ini. Selamat tinggal Hanoi, kisah indahmu akan selalu ku kenang. Semoga suatu saat bisa berkunjung kembali kemari.

To be Continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s