Review Minggu ke Lima – Enam

intro-1
Picture taken from hou.edu.vn

Selepas keberangkatan ke Halong bay, banyak kata yang memang bisa melukiskan bagaimana sih Vietnam itu, sebuah pertunjukan alam yang ‘biasa2’ aja dibuat menjadi pertunjukan yang luar biasa didepan turis. Ya cerita2nya bisa dilihat dikisah sebelumnya ye🙂. Di awal minggu ke lima ini, fokus pekerjaan lebih kearah bagaimana melakukan diskusi penjajakan Kerja sama Bilateral. Tapi emang sih dalam sisi urusan kerja sama ini, cara pandang masing2 departemen akan berbeda. Berikut kisahnya! Senin pagi sebelum keberangkatan Pak Gatot kembali ke Indonesia, kami ditemani Prof. Que dari HoU dan stafnya mencoba mengunjungi salah satu Education training center untuk wilayah kota Hanoi. Center ini adalah dibawah instirusi training yang berada dibawah kementrian MOET (Ministry of Education and Training) Vietnam. Dan menurut informasi, bahwa setiap distrik ato biasa kita kenal dengan nama Provinsi memiliki tempat seperti ini. Center ini berfungsi untuk menjaga standart kualitas pengajaran dimasing-masing provinsi.

Ya biasa lah, namanya visi dan misi kan tampilannya bagus, tapi secara kasat mata dengan melihat bentuk gedung dan kualitas orang2nya susah jika lembaga penjaga kualitas pengajaran berbentuk seperti ini. Kelapa Lembaganya saja tidak bisa bahasa Inggris, riweuh! Masak iya sampe Prof Que yang harus ribet menjadi penerjemah. Tapi saya sangat berterima kasih dengan Prof Que atas kebaikannya selama ini. Jadi center ini berfungsi juga sebagai tempat pelatihan bagi kepala-kepala sekolah dan staf2 lainnya seperti wakil kepala sekolah, librarian, dan guru. Selanjutnya pak Gatot menjelaskan tentang rencananya untuk membuat konsorsium Kepala sekolah diregional Asia Tenggara untuk sama-sama bertukar wawasan dan pengetahuan tentang pengelolaan Sekolah. Dan pihak sana akhirnya akan mencoba mengorganisir kembali dengan lebih rapih, melalui koordinasi Prof. Que. Dan akan difollow up lagi saat seminar Internasional diakhir bulan Oktober ini.

Karena pak Gatot mau mengejar pesawat, kami segera mengakhiri pembicaraan setelah semuanya sama-sama mendapatkan informasi. Dan segera menuju Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia, karena sebelumnya saya sudah sempat membuatkan janji untuk bertemu rekan-rekan disana. Maklum lah sebagai institusi pemerintah kita harus selalu laporan terhadap apa yang sudah kita buat disini. Dan disana ya berbeda cara pandang sih, mungkin juga kami dari Depdiknas diingatkan untuk ngikutin gaya internasional dalam melakukan kerjasama. Disini kita masih pake gaya kita diIndonesia yang bisa langsung saja melakukan pembicaraan kepada institusinya langsung via telpon atau email. Sedangkan rekan-rekan diKBRI lebih menyarankan metode legalnya dengan surat menyurat resmi dan menunggu jawaban dari sana. Ya tapi apapun kita sudah berjalan dan terus berusaha memperbaiki dalam perjalanan kita ini.

Sehingga praktis minggu ke lima ini lebih kearah fokus diskusi sama Prof Que dan rekan-rekan HoU mengenai pengembangan yang akan dilakukan disini…Dan saatnya mulai fokus meriset sistem yang akan dibuat disini. Terutama router Multicast yang akan dibuat disini dan sistem yang akan dijalankan. Persiapan sistem dimulai dengan membongkar komputer yang ada lalu dipasang LAN Card tambahan. Lalu mulainya 2 minggu yang panjang untuk mencoba mensetting server. Mulai dari mencoba menginstal Centos seperti yang sudah dilakukan Adnan diThailand, sampai Backtrack, Open Suse juga. Sebelumnya mencoba menggunakan Windows dan cukup berhasil baru deh mulai mengoprek macam-macam Distro Linux itu. Tapi rata-rata gagal karena masalah yang sama yaitu tidak bisa men-detect LAN Cardnya. Sampai minggu Kelima berakhir masih saja sibuk berkutat mengakali LAN Card gak tidak ke-detect.

Awal minggu ke Enam mulai lah beralih mencoba menggunakan Ubuntu, awalnya dicoba dulu menggunakan versi LiveCDnya. Dan Alhamdulillah bisa ter-detect dan langsung coba diinstall ke harddisk. Syukur deh step satu sudah jalan. Sekarang urusan menginstalnya sistem OSnya. Lalu saat dicoba, menggunakan settingan Thailand, ternyata perlu banyak penyesuaian-penyesuaian. Akhirnya lebih banyak berburu tutorial dan sampai instal beberapa kali sampai. Fiuh, sampai akhir minggu tetap saja masih belum bisa jalan.

To Be Continued to next week report….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s